Rabu, 14 November 2012

LOVE STORY | Part 1

Create : Sakura Ardelia

Genre : LOVE

Pair : SasuSaku

Disclaimer : CERITA INI MURNI karya saya ...

***** LOVE STORY *****

Sebuah obrolan hangat menyelimuti kelas 2 A di KONOHA Elite High School, atau K.E.H.S, di sebuah kota kecil yang tentram . Mereka membicarakan apa? Seorang murid baru katanya! Sang Guru memberitahu bahwa akan ada murid baru hari ini . Semua tampak membicarakannya . Namun, tidak dengan seorang gadis berambut Pink itu! Ia lebih suka membaca buku . "Sakura, kenapa kau tidak membicarakan murid baru itu?" tanya Ino, teman sebangkunya . "Memang kenapa?" kata Sakura cuek . "Tidak, sih! Bagaimana kalau murid barunya tam ..." Belum sempat Ino menyelesaikan kata-katanya, Jiraiya masuk . Ia adalah Guru yang killer dan membosankan . Jiraiya masuk membawa seorang cowok tampan berambut hitam dan bermata onyx . Rambutnya itu ... errr ... kayak buntut ayam! Para cewek berteriak-teriak kegirangan . Terkecuali Haruno Sakura, gadis berambut Pink tersebut yang bosan . "Berisik, Ino!" gerutu Sakura . "Hey, lihatlah dia! Tampannya luar biasa, mengalahkan Shikamaru dan SAI . Wow!" seru Ino . Shikamaru yang mendengar ucapan Ino hanya memandangnya bete . "Tampan apanya?" kilahku . "Huh, Sakura! Dasar kau tidak tahu selera yang benar," olok Ino . Sakura mengangkat bahu . "Silahkan kenalkan dirimu," Pinta Jiraiya . "Arigatou Gozai Matsu! Namaku, Uchiha ... Sasuke ." ujarnya cuek . Semua cewek berteriak histeris lagi . Bukan hanya tampan, namanya bagus Pula! "Sudah, sudah! Uchiha, silahkan duduk," kata Jiraiya . Jiraiya menyuruh Sasuke duduk di bangku belakang Sakura dan Ino . Sakura hanya memasang wajah bete . Sementara, Ino blushing dan tersenyum gembira . Banyak cewek yang cemburu Pada dua gadis itu . "Hallo, aku Ino Yamanaka ...," ujar Ino . Sasuke tersenyum kecut, Ino hanya cemberut . "Hahaha, rasakan!" olok Sakura berbisik . Ino melotot .

***

Teng teng teng ...

"Aaah, kenapa sih harus Pulang awal?" keluh Ino setibanya di gerbang sekolah . "Lho, memang kenapa? Bukannya kau suka Pulang awal?" kata Sakura . "Tidak untuk hari ini! Aku Ingin bertemu Pria tampan ituuu," rengek Ino . "Ada-ada saja kau, Pig! Memang apa Istimewanya dia?" tanya Sakura . Tak disadari, Sasuke mendengar obrolan mereka . "Hah, kau bilang dia tak Istimewa? Gila kau, Sakura! Dia tuh tampan, keren, cool, dan ...," Ino bersemangat ketika mengucapkannya . "Menurutku biasa saja! Yang gila kau, Ino . Bisa-bisanya menyukai cowok itu, hah?" teriak Sakura . "Seleramu sungguh buruk, Sakura!" "Biarlah, aku memang benci cowok itu! Ia tak Pantas disebut 'teladan' atau 'tampan',". Mendengar itu, Sasuke geram . Ia mendekat kearah mereka . "Heh, lalu aku harus menamparmu, begitu?" geram Sasuke . "Silahkan, tampar saja, IDIOT!" seru Sakura tak mau kalah . "Dan kau harus tahu, aku akan lapor kepada Jiraiya karena aku ketua kelas," kata Sakura lagi . "Jiraiya tak akan Pernah memarahiku, Rambut Pink!" teriak Sasuke . "Hey, aku memiliki nama, Haruno Sakura, kalau kau mau tahu! Dasar rambut buntut ayam," olok Sakura balik . "Awas kau! Tunggu saja saat kau tahu siapakah aku sebenarnya," kata Sasuke angkuh . "Dasar sombong! Idiot," kata Sakura . "Huh!" gertak Sasuke . "Sakura, sudah!! Berani sekali sih kamu kepada anak baru??" ujar Ino . "Pig, bilang saja kau mencari Perhatian dan membela dia!" kata Sakura geram . Ino blushing, karena dia memang membela Sasuke . "Jahat kau, Ino! Beraninya mengkhianati sahabat dengan seorang cowok Idiot yang tak patut dianggap," komentar Sakura enteng, lalu berlalu . Sebelum Sakura menghilang, seorang cowok berisik berambut Pirang Jabrik datang terengah-engah . "Hhh, hhh, hhh ... Sakur ... Sakura! Ino! Mengapa kalian kabur Piket? Sebaiknya kau harus menjadi teladan sebagai ketua kelas, Sakura . Cepat ke kelas, sebelum mendapat hukuman dari Jiraiya!!" kata Naruto . "Hmm, siapa yang Patut dianggap Idiot dan tak teladan?" sindir Sasuke . "Cih!" decih Sakura kesal . Naruto mendorong Sakura dan Ino masuk ke kelas . Ternyata, kelas sudah hancur dan kacau! Bayangkan saja . Tenten malah beradu mulut dengan Gaara, tepatnya Sabaku no Gaara, anak Pindahan klan Suna . Temari memamerkan kipas raksasanya kepada Rock Lee . "Nah, Ino! Sekarang kau mau Pulang akhir, hah?" kata Sakura sedikit menyindir . Ino membuang Peluhnya yang mengalir deras bak air terjun, "Tidak, tidak, Sakura!" kata Ino kesal . Sakura tersenyum Puas .

***

Brukk! Sekarang, di depan Sakura, sudah ada Sasuke . Mereka berpapasan ketika memasuki Pintu kelas . Sebenarnya, Sakura malu, tapi dia tetap berusaha sebal kepada Sasuke . "Hmm, kenapa rambutmu kayak buntut ayam Peliharaan saudaraku?" ledek Sakura menahan tawa . Sasuke geram, dia melotot kesal . Hampir saja Sasuke menamparnya, namun Sakura sudah kabur duluan . "Cih, Pintar sekali dia! Haruno, awas kau, aku akan buat kau malu," tekad Sasuke . Sasuke berlalu . "Sakuraaa, kau lama sekali sih?" kata Ino marah-marah . Sakura cuek, "Hey Ino, bisakah kau diam?" Pinta Sakura . "Huh!" gertak Ino . Sakura melengos .

"Sakura, kau mau ke kantin?" tanya Ino setelah Jam Istirahat . Sakura menghentikan langkahnya, "Mau! Tapi aku tak mau bila menraktirmu! Uangku bisa-bisa habis!!" kata Sakura . "Hahaha, sorry! Ya sudah, hari ini aku bayar sendiri," ujar Ino . "Lalu, besok dan besok lagi?" tanya Sakura . "KAU YANG BAYAR! Hahahaha," tawa Ino meledak . Ino langsung kabur menuju kantin . Brakk! Sakura menabrak sebuah meja karena semangat berlari . Untung meja kantin itu kuat, hanya goyang saja . "Hey!" teriak orang yang duduk di meja tersebut . Sakura melihatnya, lalu mendelik kesal . "Apakah kau mau ganti rugi bila makananku tumpah?" teriak Sasuke . "Tidak! Aku tak mau dan benar-benar tak mau," ujar Sakura enteng . "Sekali lagi kau menggertakku, awas kau!" ancam Sasuke . "Memangnya apa peduliku?" sindir Sakura . Sasuke menggepalkan tangannya . Tiba-tiba, Naruto datang sambil teriak-teriak . "Sakura, minggir sana! Aku mau berkenalan dengan Sasuke," usir Naruto . "Hey, bisakah kau sopan sedikit?? Dasar baka!" Sakura langsung menyusul Ino yang sudah makan . "Inooo, kenapa kau meninggalkanku?!" teriak Sakura . "Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau lama sekali?" tanya Ino . "Huh! Dasar kau . Bagi dong, sushinya!" Pinta Sakura . "Enak saja, beli saja sendiri!" kata Ino . Sakura menggeram . Ino hanya menjulurkan lidahnya melihat tingkah laku sahabat karibnya itu .

"Ino, mana Hinata?" tanya Sakura . Hinata Hyuuga, kekasih dari Naruto, sekaligus sahabat mereka yang Pendiam banget, dan Jarang meet bersama mereka . "Ano, k-kkau m-mencari ak-akku Ss-Sakurra?" kata Hinata . Saking Pendiamnya, bicaranya sampai GAGAP . "KYAAA, Hinata, kau mengagetkanku," teriak Sakura . "G-gomen ...," Hinata tersenyum geli . Ino terbahak-bahak melihat tingkah Sakura .

***

Sakura : Ino, hari ini kau ada acara tidak??

Ino : Memang kenapa?

Sakura : Jika boleh, aku mau ... MENONJOK OTAKMU!!! Grrrrh

Ino : Eits, stay cool, Haruno Sakura! Dasar keras kepala

Sakura : Lalu??

Ino : Sudah ah, kau kenapa bertanya begitu?

Sakura : Aku hanya Ingin main ke rumahmu! Boleh?

Ino : Pastinya! Akan kuundang Hinata kemari

Sakura : Ya sudah, aku out chatting, ya! Bye

Ino : Bye Jidat!

Sakura : Pig!!!

Sakura merenggakan tangannya . Pegal! Soalnya, Sakura habis chatting berlama-lama . "Sekarang, aku harus ke rumah Ino!" kata Sakura . Ia berganti baju, lalu keluar rumah . Sebelumnya, dia melihat kakaknya, Akasuna no Sasorie, sedang menonton TV . Sakura harus kabur kalau begini! Bila ketahuan kakaknya, seribu Pertanyaan akan menimpanya! Akhirnya, Sakura berhasil kabur Juga ...

"Lalalalala," Sakura bersenandung di Jalanan, sambil berlari kecil . Pinkers itu memang tak ada kerjaan! Dasar, Sakura . Ia melihat-lihat bunga sakura yang tumbuh Pada bulan ini . Wah, cantik sekali! "Persis denganku." ujar Sakura terlalu Percaya diri . Sakura kembali berlarian kecil menuju rumah Yamanaka Ino, yang rumahnya tak terlalu Jauh dari tempat tinggalnya sendiri . Tiba-tiba, diluar dugaan Sakura ...

SDUAKK!!

"A ... aku dimana?" Sakura membuka mata . Ia melihat lokasi sekeliling . Huh, ini bukan di rumahnya! Seorang cowok masuk . Sakura langsung bangun . "Hey! Tidur saja, kau belum sembuh, kan?" suruh ... "Sasuke?" Pekik Sakura setengah sadar . "Hn." ujar Sasuke singkat . Oh ya, 'Hn' merupakan kata favoritnya . "Memang kenapa?" tanya Sasuke dingin . "Lho, kok kamu ...?" Sakura bingung sendiri . Sasuke membawakan kompres . "Cepat tiduran! Andai aku bisa kabur, sudah kutinggalkan gadis ini," ungkap Sasuke . "Huh! Aku Juga tak mau dirawat olehmu, kecuali karena terpaksa . Memang kau apakan aku tadi?" tanya Sakura sambil melipat tangan . "Hmm, aku menabrakmu! Dengan mobilku tadi," kata Sasuke enteng . Sakura hanya melongo . "Sudah cepat!! Tiduran dulu! Ibuku bisa memarahiku," gertak Sasuke . Sakura bingung, akhirnya tidur Juga . Sambil meletakkan kompres di kening Sakura, onyx Sasuke sesekali melihat emerald Sakura, yang membuat Sakura salting . "Sasuke, aku ... sudah sembuh, kok! Aku harus ke rumah Ino, Jadi aku ..." "Haruno!! Ibuku bisa marah kepadaku kalau begitu!" Sakura cemberut . Sebenarnya dia heran, kenapa Sasuke Jadi baik begini? Sekali lagi, onyx Sasuke bertatapan dengan emerald Sakura . "Hmm, kenapa aku Jadi merasa aneh begini? Apalagi setelah melihat Haruno! Mungkin ... ah, apa-apaan aku ini! Ia musuhku, Ingat itu Sasuke!" ujar Sasuke dari dalam hatinya . "A ... aku sekarang sudah merasa lebih baik! Terima kasih, Sasuke," kata Sakura malu . "Hn." Jawab Sasuke . Jawaban yang khas! Sakura pun permisi untuk pamit pulang . Lututnya sedikit lecet . Maka, dia membatalkan acara ke rumah Ino . "Yaaa, kau Ingkar Janji, Sakura!" gerutu Ino merengek . "Jangan manja, Ino! Lututku sakit!" kata Sakura . "Ya sudah deh! Daaah," Ino menutup telepon .

***

"Selamat datang, Sakura!" sapa Ino di ambang pintu kelas . "Zehh, memang ini rumahmu?" kata Sakura tanpa memedulikan dumelan Ino . "Uh! Dasar kau memang tak bisa diajak bercanda, Sakura! Mirip ..."
"Siapa?" tanya Sakura . "U ... chiha?!" lanjut Ino . Sakura terdiam mendengar nama itu disebut . Ia mengingat kejadian kemarin . "Lupakan, Sakura!!" teriak Sakura dalam hatinya . "Hey hey, Sakura! Tunggu," seru Ino, dia langsung mengejar Sakura .

Bukk!

"Ah, maaf ... Haruno?!" kata Sasuke kaget . Sakura pun tak kalah kagetnya . Lagi-lagi, kedua mata Indah itu saling menatap . "Hey, Uchiha! Minggir," bentak Sakura tiba-tiba . "Heh, siapa Juga yang menghadangmu!" bantah Sasuke . "Cih!" Sakura berdecih . "Sejak kapan kau bisa berdecih seperti itu, hah?" sindir Sasuke . "Sialan kau! Aku bilang minggir, Jangan basa-basi!" kata Sakura . "Dan hey, gadis tomboy! Lihat saja nanti," ancam Sasuke . "Siapa takut, Buntut Ayam!!" ujar Sakura mantap . Sasuke memandang Sakura sinis . Tiba-tiba ... 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar